Hi, we meet again.

Hai.

It’s been months, ne?

Terakhir aku nulis ini–ga terakhir juga sih–waktu abis bagi rapot semester satu. Sekarang semester dua udah selesai dan kelas baru akan dimulai. Yang artinya, cerita baru bakal mulai.

Hm, jadi penasaran… siapa temen sekelasku nanti ya iya aku tau kasian banget aku belum dikasih tau kelasnya?

Dipikir-pikir, waktu itu cepet banget ya berlalunya. Jadi hampir ga kerasa kalau kita tumbuh dewasa setiap harinya. Ada yang ngerasa sudah ada perubahan pada dirinya? ^^

Jujur aja, aku udah. Setidaknya, aku ngerasa lebih baik dari tahun lalu saat pertama masuk sekolah baru. Yah, teman-teman baru berarti hal baru, kan? Jangan salah, mereka juga ngajarin hal baru buat kita. Pertama-tama pasti kayak yang, “Astaga…” gitu kan tapi lama-lama percaya deh, bakal terbiasa.

Hidup itu udah jadi siklus kan. Ada hai, ada dadah. Ada teman lama, ada teman baru. Nah sebenarnya, dadah itu awal dari hai juga lho. Serius.

Jadi intinya, jangan sedih pisah sama teman lama, karena sebenarnya itu awal dari perjalanan kalian yang lain.

“Keep strong, stay still, cause we are under the same sky,” –Winter Blossom

airinyan

Bleach The Movie 2: The Diamond Dust Rebellion

Baru banget saya abis nonton Bleach The Movie 2: The Diamond Dust Rebellion, lanjutan kemaren malem karena saya nontonnya per-part di youtube. Asli deh, kalau kalian nonton ini, kalian bakalan liat seorang Toushirou Hitsugaya yang asli. Suer. Klik ini untuk episode part 1-nya.

Ini ringkasan ceritanya:

More

The Climb

 

 

 

 

 

Hidup itu seperti tanjakan.

Terkadang naik, menanjak, dan terkadang meluncur turun.

Saat menanjak, hambatannya banyak. Batu kerikil yang menghalangi jalan, misalnya. Atau  tanjakan yang luar biasa tingginya.

Sedangkan saat menurun, rasanya luar biasa mudah. Terkadang kita meluncur terus, lurus, tanpa menginjak rem. Membiarkan kendaraan kita berjalan sendiri.

Saat menanjak, tidaklah bijaksana apabila kita menyerah di tengah. Akibatnya, bisa jadi kita turun kembali ke bawah. Jika kita mempunyai tekad yang kuat, kita akan menaik terus ke atas. Tak peduli apa yang akan dihadapi nantinya. Seperti saat kita berusaha mendapat sesuatu yang kita inginkan. Adakalanya kita harus berusaha tanpa berhenti untuk mendapatkannya tapi di tengah kita mundur, turun.

Setelah kita mencapai di tengah tanjakkan, badai menerpa misalnya. Kalau kita kuat, kita akan berdiri di situ. Menahan badai itu sendiri supaya kita bisa tetap bisa melanjutkan perjalanan. Saat itulah kesabaran kita diuji. Kalau kita kuat, kita akan lurus. Terus. Kalau kita tidak sanggup, kita akan turun, menurun. Kembali ke awal.

Dan saat di puncak, kepribadian kita diuji. Akankah kita besar kepala karena sudah berhasil di puncak? Akankah kita bisa bertahan di puncak? Dan segala akankah lainnya yang akan muncul dengan sendirinya.

Kemudian tibalah waktunya turun. Menuruni tanjakan itu. Kita bisa saja membiarkan kendaraan kita berjalan sendiri. Saat inilah kita diuji untuk menggunakan ‘rem’ kita. Bila kita menggunakan ‘rem’ itu, tandanya kita tidak akan membiarkan diri kita larut dalam kesedihan berkepanjangan apabila diri kita jatuh, terpuruk. Dan begitu pula sebaliknya, bila kita membiarkan kendaraan kita berjalan sendiri. Kita membiarkan diri kita jatuh, terpuruk. Ke dalam lubang besar, gelap, dan kelam bernama kesengsaraan.

Ini bukan tentang seberapa cepat kita mencapai puncak, bukan pula apa yang sedang menunggu kita di sana. Karena inilah tanjakan.

More

Pengalaman Membaca

Aku ini tipe yang emang makin tebel suatu buku, makin asik dibaca. Apalagi novel. Wew–kecuali buku pelajaran! Makin tipis makin asik >.>

Nah, pas tadi aku baca buku Harry Potter and the Deathly Hallows. Dan yah, aku alhamdulillah berhasil baca selama tiga hari. Belum bikin rekor. Tapi dari buku ini aku belajar banyak banget gaya nulis JKR. Termasuk kapitalisasi, EyD, dan lain-lain. Emang tebelnya bejibun. Tapi berani taruhan, sekali baca langsung ngebel ga bisa lepas pandangan dari buku ini.

Ceritanya, masih lumayan nyambung sama yang ke-enam. Jadi di sini, terbongkar kenapa Snape bisa benci sama Harry, terus di sini persahabatan Harry, Hermione, dan Ron diuji juga. JKR jago banget bikin konfliknya di sini. Gemes emang bacanya, tapi kalo dibaca bener-bener, kata-kata Dumbledore yang bijak juga bisa kita jadiin pelajaran. Kayak; kita kadang tergiur sama kekuasaan tanpa liat efek sampingnya, misalnya kita jadi melupakan sekitar kita. Terus di sini, kita bisa teladanin sifat pemberani Harry Potter sama ketegaran dia waktu persahabatan mereka diuji.

Asli banget rame bacanya. Kalian yang baru-baru ini  seneng nulis, dijamin bakal dapet banyak kata-kata baru dari buku ini.

Ayo, tunggu apa lagi?

Mari kita membaca dan menulis sebuah cerita 🙂

Back to December

Note: One of Taylor Swift’s song. This song (will) remind me about December. A month which is full of memory. Maybe I’ll write another post for December :–)

I’m so glad you made time to see me
How’s life? Tell me, how’s your family?
I haven’t seen them in a while

You’ve been good, busier than ever
We small talk, work and the weather
Your guard is up, and I know why

Because the last time you saw me
Is still burned in the back of your mind
You gave me roses, and I left them there to die

So this is me swallowing my pride
Standing in front of you, saying I’m sorry for that night
And I go back to December all the time

It turns out freedom ain’t nothing but missing you
Wishing I’d realized what I had when you were mine
I go back to December, turn around and make it alright
I go back to December all the time

These days, I haven’t been sleeping
Staying up, playing back myself leaving
When your birthday passed, and I didn’t call

Then I think about summer, all the beautiful times
I watched you laughing from the passenger side
And realized I loved you in the fall

And then the cold came, the dark days
When fear crept into my mind
You gave me all your love, and all I gave you was goodbye
( From: http://www.elyrics.net/read/t/taylor-swift-lyrics/back-to-december-lyrics.html )

So this is me swallowing my pride
Standing in front of you, saying I’m sorry for that night
And I go back to December all the time

It turns out freedom ain’t nothing but missing you
Wishing I’d realized what I had when you were mine
I go back to December, turn around and change my own mind
I go back to December all the time

I miss your tan skin, your sweet smile
So good to me, so right
And how you held me in your arms that September night
The first time you ever saw me cry

Maybe this is wishful thinking
Probably mindless dreaming
But if we loved again, I swear I’d love you right

I’d go back in time and change it, but I can’t
So if the chain is on your door, I understand

This is me swallowing my pride
Standing in front of you, saying I’m sorry for that night
And I go back to December

It turns out freedom ain’t nothing but missing you
Wishing I’d realized what I had when you were mine
I go back to December, turn around and make it alright
I go back to December, turn around and change my own mind
I go back to December all the time, all the time

Hello world!

Hi 🙂

I’m a newbie here, yoroshiku *ojigi*

Welcome to my wordpress 😀

Hope you enjoy it. See you later on my comments’ box 😀