Pengalaman Membaca

Aku ini tipe yang emang makin tebel suatu buku, makin asik dibaca. Apalagi novel. Wew–kecuali buku pelajaran! Makin tipis makin asik >.>

Nah, pas tadi aku baca buku Harry Potter and the Deathly Hallows. Dan yah, aku alhamdulillah berhasil baca selama tiga hari. Belum bikin rekor. Tapi dari buku ini aku belajar banyak banget gaya nulis JKR. Termasuk kapitalisasi, EyD, dan lain-lain. Emang tebelnya bejibun. Tapi berani taruhan, sekali baca langsung ngebel ga bisa lepas pandangan dari buku ini.

Ceritanya, masih lumayan nyambung sama yang ke-enam. Jadi di sini, terbongkar kenapa Snape bisa benci sama Harry, terus di sini persahabatan Harry, Hermione, dan Ron diuji juga. JKR jago banget bikin konfliknya di sini. Gemes emang bacanya, tapi kalo dibaca bener-bener, kata-kata Dumbledore yang bijak juga bisa kita jadiin pelajaran. Kayak; kita kadang tergiur sama kekuasaan tanpa liat efek sampingnya, misalnya kita jadi melupakan sekitar kita. Terus di sini, kita bisa teladanin sifat pemberani Harry Potter sama ketegaran dia waktu persahabatan mereka diuji.

Asli banget rame bacanya. Kalian yang baru-baru ini  seneng nulis, dijamin bakal dapet banyak kata-kata baru dari buku ini.

Ayo, tunggu apa lagi?

Mari kita membaca dan menulis sebuah cerita 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: